Sabtu, 21 Mei 2011

Apa itu manusia?

Sebelum berbicara tentang sumber daya manusia(SDM) ada baiknya kita mengetahui lebih mendalam apa itu manusia. Manusia itu sangat rumit. Telah berabad-abad manusia berusaha memecahkan arti peranan keberadaan manusia itu sendiri, dan hasil yg diperolehnya saling bertentangan satu dengan yang lain, tetapi dapat juga saling melengkapi. Manusia adalah pencipta dan pemecah masalah; dari dirinya masalah itu muncul dan kepadanya masalah itu di pecahkan, karena setiap masalah menyangkut kelangsungan hidupnya (betul gk?hehe J).

Beberapa ungkapan para pakar tentang manusia:

Snijder :

manusia adalah makhluk yang bertanya. Manusia merasa heran, bertanya dan memberikan jawabannya. Setiap jenis pertanyaan menentukan jenis ilmu yang membantunya untuk memperoleh jawaban. Manusia menjadi pokok bahasan banyak ilmu. Setiap ilmu mempunyai kekhasannya sendiri.

Descartes :

manusia adalah makhluk yang berpikir. Cogito ergo sum, artinya aku berpikir, maka aku ada. Manusia menemukan kepastian keberadaannya karena berpikir.

Menurut paham eksistensialisme:

Manusia adalah makhluk yang menemukan dirinya di dunia dan terarah kepada sesamanya.

Aristoteles :

Manusia adalah hewan yang berakal budi yang kemudian di kembangkan oleh Snijders menjadi makhluk yang berbicara.

Menurut pandangan barat yang berpaham rasionalisme, individualisme, dan liberalisme, manusia menggunakan daya nalarnya untuk mengolah data inderawi.

Sedangkan menurut pandangan timur yang berpaham harmonis, kolektivisme, dan terpimpin, manusia menggunakan kata hatinya untuk mengolah data inderawi.

Dan masih banyak lg pendapat-pendapat yang dikemukakan para pakar. Sedangkan menurut saya sendiri manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT yang berakal budi serta berhati nurani karena ini yang membedakan kita dengan ciptaan Allah SWT yang lainnya(kyk hewan & tanaman)… J

Manusia adalah bagian dari alam. Oleh sebeb itu ia hidup di dalam lingkungan alam. Alam menyediakan alat pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam hidup, manusia bersama dengan manusia lain, maka ia merupakan mahluk sosial, artinya setiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Ia membutuhkan manusia lain dalam menanggapi gejala dan peristiwa alam.

Setiap prestasi manusia sepanjang sejarahnya adalah merupakan kebudayaan. Manusia dibesarkan dalam budaya dan lingkungan dimana ia hidup. Budaya juga bisa di artikan sebagai ide, pikiran, gagasan, keyakinan, nilai serta norma. Budaya sebagai suatu pedoman untuk mengarahkan dan membina perilaku. Kebudayaan memiliki peranan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia.

SUMBER : buku sakti J “Manajemen Sumber Daya Manusia Abad 21”

karya Dr.Darsono P. SE. SF. MA. MM & Tjatjuk Siswandoko SE. MM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar